Semangat literasi semua, sebelumnya kalian sudah mempelajari mengenai sistem reproduksi pada tumbuhan. Secara umum cara reproduksi pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, secara generatif dan vegetatif. Selanjutnya kita akan membahas mengenai sistem reproduksi pada hewan. Sistem reproduksi pada hewan juga memiliki dua cara sama dengan tumbuhan, yaitu secara generatif dan vegetatif. Pertama kita akan membahas mengenai reproduksi secara generatif pada hewan.

Reproduksi generatif pada hewan Vertebrata

Pada hewan bertulang belakang (Vertebrata), pembuahan (fertilisasi) terjadi dengan dua cara, yaitu :

  • Fertilisasi eksternal, pembuahan yang terjadi diluar tubuh induknya. Peleburan sperma dan ovum biasanya terjadi pada lingkungan air,  terjadi pada pisces dan amphibian.
  • Fertilisasi internal, pembuahan yang terjadi di dalam tubuh induk betina. Pembuahan dengan cara ini terjadi pada reptilian, aves, dan mamalia.

Organ reproduksi pada Vertebrata

 PiscesAmphibiaReptiliaAvesMammalia
JantanTestis,
Vas deferens,
Urogenital
Testis,
Vas deferens,
Kloaka,
Urospermatika
Testis,
Vas deferens,
Kloaka,
Hemipenis,
Mesorchium
Testis,
Vas deferens,
Kloaka
Testis,
Vas deferens,
Penis
BetinaOvarium,
Oviduk,
Urogenital
Ovarium,
Oviduk,
Kloaka
Ovarium,
Oviduk,
Kloaka,
Mesovarium
Ovarium kiri,
Oviduk,
Kloaka
Ovarium,
Oviduk,
Uterus,
Vagina

Berikut ini penjelasan fungsi dari masing-masing organ reproduksi pada hewan

  • Testis : penghasil sperma
  • Ovarium : penghasil ovum
  • Vas deferens : saluran sperma
  • Oviduk : saluran ovum (tempat fertilisasi pada reptile, aves, mammalian).
  • Urogenital : muara pengeluaran sperma/ovum dan urin
  • Kloaka : muara pengeluaran sperma/ovum , urin, dan feses.
  • Penis/hemipenis : alat kopulasi
  • Vagina : lubang pengeluaran bayi
  • Mesorchium : selaput penggantung testis
  • Mesovarium : selaput penggantung ovarium
  • Uterus : tempat perkembangan janin
  • Urospermatika : saluran khusus pengeluaran sperma

Vertebrata yang mengalami fertilisasi internal dikelompokkan menurut cara perkembangan embrio dan kelahirannya. Berikut ini akan dijelaskan 3 cara berkembangnya embrio dan kelahiran hewan.

  • Ovivar, Kelompok hewan yang embrionya berkembang dan mendapat makanan dari cadangan makanan di dalam telur yang dilindungi oleh cangkang. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina dan dierami hingga menetas. Contoh hewan ovivar adalah aves dan sebagian reptilian.
  • Vivivar, Kelompok hewan yang embrionya berkembang dan mendapatkan makanan di dalam rahim induk betinanya hingga siap dilahirkan. Contoh hewan vivivar adalah manusia.
  • Ovovivivar, kelompok hewan yang embrionya berkembang dan mendapatkan cadangan makanan di dalam telur, tetapi telor tersebut tetap berada di dalam tubuh induk betina. Setelah cukup umur, telor akan menetas dan anak baru akan keluar dari tubuh induk betina. Contoh hewan ovovivivar adalah kadal, ular boa, dan ikan hiu.

Reproduksi vegetatif pada hewan

Membelah diri

Hewan bersel satu dapat melakukan perkembangbiakan secara tidak kawin dengan membelah diri (pembelahan biner). Pembelahan biner adalah pembelahan inti sel yang diikuti pembelahan sitoplasma membentuk dua organisme baru yang sama ukuran dan susunan tubuhnya. Pembelahan biner dibedakan menurut arah bidang pembelahannya, yaitu :

  • Pembelahan biner sederhana, sumbu bidang pembelahan bias kemana saja (melintang atu membujur), contoh pada Amoeba.
  • Pembelahan biner tranversal, sumbu bidang pembelahan melintang, contoh pada Paramaecium.
  • Pembelahan biner longitudinal, sumbu bidang pembelahan menbujur, contoh pada Euglena.

Pembelahan multipel, pembelahan yang berlangsung secara terus-menerus dan membentuk spora (sporulasi). Contoh pada Plasmodium.

Bertunas (Budding), individu baru berasal dari penonjolan bagian tubuh induknya. Contoh pada Hydra dan Porifera.

Fragmentasi, pemotongan bagian tubuh menjadi beberapa bagian untuk membentuk individu baru. Contoh pada Planaria dan mawar laut.

Parthenogenesia, peristiwa terbentuknya individu baru dari ovum tanpa fertilisasi. Contoh pada kecoa dan lebah.

Selain dua cara diatas, reproduksi hewan secara generatif dan vegetatif. Kita juga akan membahas mengenai Hemaprodit dan Konjugasi.

Hemaprodit

Makhluk hidup yang memiliki dua alat jenis kelamin (jantan dan betina) dalam satu tubuh (berkelamin ganda) disebut hemaprodit. Hemaprodit dibedakan menajadi 2 kelompok, yaitu :

  • Hemaprodit sejati, hemaprodit sejati memiliki waktu pematangan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang bersamaan serta memiliki saluran khusus untuk peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, sehingga tidak memerlukan individu lain untuk kawin. Contoh hemaprodit sejati adalah cacing pita.
  • Hemaprodit semu, hemaprodit semu memiliki waktu pematangan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina  yang tidak bersamaan  dan tidak memiliki saluran khusus untuk peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, sehingga masih membutuhkan individu lain untuk kawin. Contoh hemaprodit semu adalah Hydra, bekicot, dan cacing tanah.

Konjugasi

Pertukaran dan peleburan bahan genetik (mikronukleus) dari dua organisme bersel satu yang belum di ketahui jenis kelaminnya dinamakan konjugasi. Pada umumnya setelah terjadi konjugasi akan diikuti oleh reproduksi vegetatif (membelah diri). Contoh organisme yang mengalami konjugasi adalah Paramaecium dan Spirogyra.

Perkembangan Hidup Hewan

Beberapa jenis hewan dalam pertumbuhan dan perkembangannya mengalami metamorfosis. Metamorfosis merupakan perubahan bentuk tubuh yang bertahap dari larva menjadi dewasa, di mana bentuk larva sering berbeda dengan bentuk dewasanya. Metamorfosis ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  1. Metamorfosis sempurna (holometabolisme). Metamorfosis disebut sempurna apabila hewan mengalami perubahan bentuk secara nyata dengan tahapan-tahapan yang jelas. Kupu-kupu mengalami tahapan yang panjang sebelum menjadi kupu-kupu dewasa. Pertama kali, kupu-kupu akan bertelur. Telur kupu-kupu biasanya diletakkan di dedaunan. Telur kemudian menjadi ulat. Tahap berikutnya ulat akan berubah menjadi kepompong (pupa) dan akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa.
  2. Metamorfosis tidak sempurna (hemimetabolisme). Metamorfosis disebut tidak sempurna apabila perubahan tubuh yang terjadi tidak mencolok. Contoh metamorfosis tidak sempurna terjadi pada kepik, jangkrik, dan belalang. Pada hewan-hewan tersebut proses menjadi hewan dewasa melalui perubahan dari bentuk nimfa terlebih dahulu.