Selamat datang di blog putrawijaya, kali ini kami akan membahas mengenai reproduksi generatif dan vegetatif pada tumbuhan. Reproduksi pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu reproduksi secara generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual).

Generatif (Sexual/kawin)Vegetatif (asexual/ tak kawin)
1. Membutuhkan 2 induk
2. Anakan merupakan hasil dari proses fertilisasi / Pernyerbukan
3. Sifat anakan perpaduan kedua induknya
1. Hanya melibatkan 1 induk
2. Anakan merupakan bagian dari tubuh induknya
3. Sifat anakan identik dengan sifat induknya

Reproduksi (berkembang biak) adalah kemampuan mahkluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang bertujuan untuk melestarikan jenisnya. Mahkluk hidup yang memiliki tingkat reproduksi tinggi  akan lebih dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dibandingkan makhluk hidup yang memiliki tingkat reproduksi rendah. Makhluk hidup dengan tingkat reproduksi tinggi dapat menghasilkan banyak keturunan dalam waktu yang singkat, sedangkan makhluk hidup dengan tingkat reproduksi rendah hanya menghasilkan satu anak dalam waktu yang lama (contoh : gajah). Semakin besar ukuran tubuh makhluk hidup biasanya tingkat reproduksinya semakin rendah.

Reproduksi generatif  pada tumbuhan

Reproduksi generatif pada umunya terjadi pada tumbuhan berbiji (Spermatophyta), tetapi ada juga kelompok tumbuhan lain yang dapat bereproduksi secara generatif yaitu tumbuhan lumut dan tumbuhan paku (metagenesis). Alat perkembangbiakan tumbuhan berbiji tertutup adalah bunga.

Alat Reproduksi Tumbuhan secara generatif
Bagian-bagian Bunga
ciri-ciri bunga sebagai alat reproduksi tumbuhan secara generatif

Untuk dapat melakukan perkembangbiakan secara generatif, bunga harus melakukan penyerbukan dahalu sebelum terjadi pembuahan. Penyerbukan (polinasi) adalah peristiwa jatuhnya atau menempelnya serbuk sari di atas kepala putik. Penyerbukan disebut juga persarian.

Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :

  • Autogami (penyerbukan sendiri), bila serbuk sari menempel ke kepala putik bunga itu sendiri.
  • Geitonogami (penyerbukan tetangga), bila serbuk sari menempel ke kepala putik bunga lain pada pohon yang sama.
  • Allogami (penyerbukan silang), bila serbuk sari menempel ke kepala putik bunga lain yang berbeda pohon tapi masih sejenis.
  • Penyerbukan bastar, bila serbuk sari menempel ke kepala putik bunga lain pada pohon yang berbeda yang masih satu genus namun berbeda jenis/varietas. Contoh antara bunga mawar merah dengan mawar putih.
cara reproduksi tumbuhan secara generatif / penyerbukan

Berdasarkan jenis perantara penyerbukannya, penyerbukan dibedakan menjadi :

  • Anemogami, penyerbukan yang dibantu oleh angin, contohnya pada tanaman, jagung, dan rumput.
  • Hidrogami, penyerbukan yang dibantu oleh air, contohnya pada tanaman Hydrilla dan tanaman air lainnya.
  • Zoidiogami, penyerbukan yang dibantu oleh hewan, antara lain :
    • Kiropterogami, penyerbukan yang dibantu oleh kelelawar, contohnya pada pohon jambu air, rambutan dan pohon buah-buahan yang biasa dikonsumsi kelelawar.
    • Ornitogami, penyerbukan yang dibantu oleh burung, contohnya pada tanaman mawar.
    • Entonogami, penyerbukan yang dibantu oleh serangga, contohnya pada tanaman teratai, mawar, melati, tanjung dan lainnya.
    • Malakogami, penyerbukan yang dibantu siput.
  • Antropogami, penyerbukan dengan bantuan manusia, contohnya tamanan anggrek, vanilla, dan markisa.

Setelah terjadi penyerbukan, maka akan dapat terjadi pembuahan. Pembuahan (fertilisasi) adalah peristiwa peleburan sel kelamin betina (ovum) dan sel kelamin jantan (sperma/inti).

Reproduksi tumbuhan secara generatif

Fertilisasi pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  • Fertilisasi tunggal, terjadi pada tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae). Hanya terjadi 1 kali peleburan yaitu : Sperma (inti generatif) + ovum –> zigot
  • Fertilisasi ganda, terjadi pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Terjadi 2 kali peleburan, yaitu :
    • Sperma (inti generatif satu) + ovum –> zigot
    • Sperma (inti generatif dua) + inti kandung lembaga sekunder –> endosperm

Reproduksi vegetatif pada tumbuhan

Perkembangbiakan vegetatif tumbuhan dapat terjadi dengan sendirinya (alami) atau dapat pula terjadi dengan bantuan manusia (buatan).

Reproduksi vegetatif alami pada tumbuhan
  1. Rhizoma (rimpang), adalah bagian batang yang tumbuh menjalar di bawah permukaan tanah. Contoh : Zingiberaceae (jahe-jahean), bunga kana, alang-alang dan sansiviera (kasintu).
  2. Gerabah (stolon), adalah bagian batang yang beruas-ruas  dan tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Contoh : antanan (pegagan), arbei, dan rumput teki.
  3. Umbi, adalah bagian tubuh tumbuhan yang menggelembung di bawah tanah dan berisi cadangan makanan.
    • Umbi batang, contoh : kentang, ubi jalar, dan talas
    • Umbi lapis, contoh : bawang-bawangan, bakung, bunga lili, bunga tulip.
    • Umbi akar, contoh : singkong, dahlia, dan wortel
  4.  Tunas, pada umumnya tunas tumbuh pada pangkal batang yang berada di dalam tanah. Tunas ini akan tumbuh membesar dan muncul ke atas permukaan tanah menjadi tanaman baru dan membentuk rumpun. Contoh : pisang, bamboo, dan tebu.
  5. Tunas adventif, adalah tunas yang tumbuh  dari tepi daun atau tepi akar. Contoh : cocor bebek, kersen, sukun, cemara dan kesemek.
Reproduksi vegetatif buatan pada tumbuahan
  1. Mencangkok, dilakukan pada tumbuhan dikotil berbatang kuat bertujuan untuk mendapatkan hasil cepat. Contoh  pohon mangga, rambutan, jambu, jeruk dan durian.
  2. Merunduk, dilakukan pada tumbuhan dikotil yang memiliki batang yang panjang dan lentur. Contoh pada enyelir, apel, alamanda, selada air, bunga kacang piring, dan bunga kertas.
  3. Menempel (okulasi), menempelkan mata tunas pada tanaman yang segenus yang bertujuan untuk menggabungkan 2 sifat yang berbeda.
  4. Menyambung (kopulasi/mengenten), menyambung batang atas dan batang bawah 2 tanaman yang segenus untuk menggabungkan 2 sifat unggul.
  5. Stek, memperbanyak keturunan dengan menancapkan organ tumbuhan ke tanah. Contohnya pada singkong, tebu, dan mawar.

Keuntungan dan kerugian reproduksi vegetatif buatan

KeuntunganKerugian
1. Dapat memilih dan menggabungkan sifat tanaman yang diinginkan.
2. Tumbuhan baru cepat berbuah.
3. Tumbuhan baru memiliki sifat yang sama dengan induknya.
1. Tumbuhan baru berakar serabut
2. Tumbuhan baru yang dihasilkan sedikit jumlahnya.
3. Tumbuhan induk terganggu pertumbuhannya
Tumbuhan induk mudah terkena penyakit

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca materi kami yang membahas reproduksi generatif dan vegetatif pada tumbuhan. Silahkan masukan Kritik dan Saran anda dengan Bijak dikolom komentar untuk perbaikan materi ini